Jumat, 17 Desember 2021

Pengalaman Transfer Antar Bank Gratis Pakai Flip!

Desember 17, 2021 1 Comments

Bagi yang sering melakukan transaksi transfer antar bank, biaya Rp 6.500 adalah nominal yang lumayan. Apalagi jika transaksi tersebut dilakukan cukup sering. Sedikit demi sedikit lama-lama jadi bukit. Ternyata ada aplikasi yang mendukung supaya kita bisa tetap kirim uang antar bank tanpa terkena potongan biaya, lho! Aplikasi karya anak bangsa ini bisa diunduh di Playstore dan Appstore. Namanya Flip. 

Awalnya, saya cukup ragu untuk menggunakan aplikasi ini. Aman tidak ya, pikir saya. Pasalnya, untuk bisa menggunakan fitur transfer uang antar bank gratis, kita perlu memasukkan data diri dan juga KTP. Alhasil, saya riset kecil-kecilan dengan browsing di google untuk mencari tahu tentang Flip. 


Dari hasil pencarian saya, diketahui bahwa Flip sudah mendapatkan lisensi dari Bank Indonesia dengan pemilik atas nama PT Fliptech Lentera Inspirasi Pertiwi. Cara kerja aplikasi ini adalah dengan memanfaatkan layanan transfer sesama bank yang gratis alias tanpa biaya. Bagaimana itu? Jadi apabila kita ingin melakukan transfer uang dari Mandiri ke BRI melalui flip, alurnya adalah kita harus mengirkan uang tersebut ke dari rekening Mandiri milik kita ke rekening Mandiri milik Flip. Selanjutnya setelah verifikasi, Flip akan mengirimkan uang tersebut dari rekining BRI milik mereka ke rekeni BRI kita. 


Singkat cerita, setelah sedikit mempelajari cara kerjanya, saya memutuskan untuk menjadi pengguna Flip. Aplikasinya simple dan user friendly. Untuk dapat menggunakan fitur kirim uang gratis, kita perlu mendaftar dengan mengisi data diri serta upload data diri seperti KTP. Setelah proses pendaftaran dan verifikasi selesai, kita dapat melakukan transfer antar bank dengan biaya Rp 0 alias gratis! Awalnya Flip memiliki jam operasional yakni pukul 8 pagi hingga pukul 8 malam, dan tidak beroperasi pada hari libur nasional. Namun, sekarang kita sudah bisa melakukan transaksi 24 jam. Bahkan, untuk BNI sekarang sudah tersedia pilihan metode transfer melalui virtual account. 


Adapun bank yang tersedia dan dapat dilakukan transaksi kirim uang melalui aplikasi Flip di antaranya BNI, Mandiri, BRI, BCA, Jenius/BTPN, BSI, CIMB/CIMB Syariah, Muamalat, Permata/Permata Syariah, Digibank/DBS, Danamon/Danamon Syariah. Sekarang kamu juga bisa melakukan transfer ke E-Wallet seperti Dana, OVO, Gopay, dan Shopeepay. 

Pada saat melakukan permintaan transaksi, kita perlu mengirimkan jumlah uang yang kita inginkan dan dengan ditambahkan kode unik di digit terakhirnya. Akan tetapi, kode unik tersebut nantinya akan menjadi saldo Flip kita yang akan terakumulasi secara otomatis sesuai dengan transaksi yang kita lakukan. Saldo ini nantinya dapat kita gunakan untuk membeli pulsa ataupun paket data di aplikasi Flip. Pastikan jangan sampai salah atau lupa menginput kode unik karena uang tidak akan sampai di rekening tujuan. Meski demikian, kita bisa melakukan refund dengan cepat dan mudah asalkan mempunyai bukti pengiriman atau transfer uang ke flip. 


Untuk kirim uang gratis menggunakan aplikasi Flip, langkah-langkahnya adalah:

1. Klik Kirim Uang

2. Pilih bank tujuan dan isikan nomor rekening, nanti Flip akan melakukan pengecekan secara otomatis dan menampilkan nama pemilik rekening tersebut. 

3. Klik lanjut

4. Isikan nominal

5. Isi bagian berita. Karena akun yang akan melakukan transfer adalah akun dengan nama Flip, maka orang yang kamu kirimi uang dapat mengetahui bahwa kiriman uang itu dari kamu melalui bagian message atau berita ini. 

6. Lanjut pilih metode transfer dan lakukan pengiriman ke akun Flip. 

7. Jika sudah dilakukan pengiriman, klik Saya Sudah Transfer agar Flip dapat melakukan pengecekan.

8. Uang akan sampai ke rekening tujuan. 

Oh ya, di samping itu, pembelian pulsa melalui aplikasi Flip ini lebih murah dibanding jika kita membeli lewat Gopay, M-Banking, ataupun beli di langsung di konter pulsa. 

Dari sekian keuntungan yang saya rasakan selama menggunakan Flip, tentunya masih terdapat kekurangan. Untuk proses pengecekan pada setiap transaksi Flip membutuhkan waktu paling lambat 10 menit. Cukup lama untuk proses transfer uang. Jadi aplikasi ini kurang cocok digunakan jika sedang terburu-buru atau ingin proses kirim uang yang cepat. Selain itu, untuk pengguna reguler, maksimal transaksi adalah 5 juta per hari. Jika ingin melakukan transaksi lebih dari 5 juta per hari, kamu harus melakukan upgrade ke Flip+ 


Jadi, tertarik menggunakan Flip?


Tau nggak? Setelah pakai Flip, aku udah hemat Rp208.000 karena nggak perlu bayar biaya admin lagi tiap transfer ke beda bank! Lumayan banget, kan?

Kamu juga bisa jadi hemat, lho! Yuk, daftar pakai kode ZGAE0479 atau klik link ini: https://flip.id/s/rzgae0479 

Minggu, 30 Mei 2021

Taman Celosia Jokis Palembang, Pilihan Baru Untuk Menghabiskan Weekend Bersama Keluarga

Mei 30, 2021 2 Comments

Terletak di kawasan Kenten Laut, masyarakat Kota Palembang dan sekitarnya kini dapat menghabiskan waktu libur weekend-nya di Taman Celosia Jokis. Tidak perlu merogoh kocek yang dalam, tiket masuk lokasi wisata ini hanya seharga sepuluh ribu rupiah per orang. Hanya saja, untuk menuju ke lokasi tersebut cukup jauh dari pusat Kota Palembang sehingga akan lebih mudah bagi Anda untuk menggunakan kendaraan pribadi.

Memasuki lokasi Taman Jokis, Anda tidak diperkenankan membawa makanan atau minuman dari luar. Namun Anda tidak perlu khawatir sebab di sini Anda dapat membeli beragam jajanan dan menikmatinya sambil duduk di saung atau pondok-pondokan. Di samping itu, juga disediakan fasilitas toilet dan tempat solat.

Di lokasi wisata kekinian ini Anda dan keluarga dapat menikmati keindahan bunga celosia atau jengger ayam yang berwarna-warni, mengambil potret di spot foto instagrammable, bermain bebek-bebekan air bersama anak, memancing ikan di kolam, atau duduk-duduk santai di rumah pohon. Namun, jangan lupa untuk tetap mematuhi protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19 ini, ya.

Berikut ini contoh beberapa spot foto instagrammable di Taman Jokis.









Senin, 18 Januari 2021

[Kilas Buku] Sang Penjaga Waktu - Mitch Albom

Januari 18, 2021 1 Comments

Karya milik Mitch Albom yang berkisah tentang waktu ini sebetulnya sudah cukup lama saya selesaikan. Berawal dari mendengar rekomendasi seseorang di media massa tentang buku ini, ketemu di Gramedia, dapat diskon pula. 

Di awal membaca, saya merasa cukup bosan dan kurang cocok dengan alur yang serasa melompat-lompat. Tapi saya menemukan sesuatu yang berkesan di halaman 17. 

"Cobalah membayangkan hidup tanpa menghitung waktu. Barangkali kau tidak akan bisa. Kau sudah tahu tentang bulan, tahun, dan hari. Ada jam di dindingmu, atau di dasbor mobilmu. Kau mempunyai jadwal, kalender, waktu untuk makan malam atau ke bioskop. Tetapi di sekitarmu tak ada yang menghitung waktu. Burung-burung tidak terlambat. Anjing tidak perlu melihat jam tangan. Rusa tidak ribut-ribut tentang hari-hari ulang tahun yang telah lewat. Hanya manusia yang mengukur waktu. Hanya manusia yang menghitung jam. Itu sebabnya hanya manusia yang mengalami ketakutan hebat yang tidak dirasakan makhluk-makhluk lainnya. Takut kehabisan waktu." 

Saya tetap melanjutkan membaca buku ini hingga tuntas, meskipun melalui jeda yang cukup panjang. Ternyata keputusan itu membawa saya kepada rasa syukur karena telah memutuskan untuk membaca buku ini. Buku yang bagus dan sarat makna. Terlebih, saya menyukai bagaimana penulis menyuguhkan kisah pada pertengahan menuju akhir cerita. 

Buku ini mengisahkan seorang lelaki bernama Dor yang merupakan awal ditemukannya "waktu". Ia terperangkap dalam sebuah gua selama ribuan tahun. Di dalam gua, ia mendapatkan hikmah yang sangat berharga mengenai waktu. Mengapa ia menghitung waktu, mengapa Tuhan menciptakan waktu, ada malam dan siang. Serta bagaimana rasanya setiap hari selama ribuan tahun mendengarkan keluh kesah manusia tentang waktu -- ingin menghentikan waktu atau bahkan ingin waktu cepat berlalu. 

Hingga pada akhirnya ia dapat keluar dari dalam gua, menemui dua orang yang hidup di masa modern, jauh ribuan tahun sejak awal mula Dor terkurung di dalam gua. Di masa itu, Dor memperoleh sebuah "kemampuan ajaib" yakni dapat menghentikan waktu.

Dor datang ke kehidupan Victor dan Sarah (dua orang yang selalu ia dengar suaranya sejak di dalam gua) dengan sebuah misi penting. Dua orang yang memiliki keinginan berbeda. Hentikan. Dan satu masa kehidupan lagi. Dua orang yang memikul kesedihan serta masalahnya masing-masing kemudian bertemu dengan sang penemu waktu, orang di bumi yang pertama kali mengukur waktu siang dan malam. 


Selamat membaca. 

Untuk versi Bahasa Indonesia, saya membaca Sang Penjaga Waktu yang telah dialihbahasakan oleh Tanti Lesmana.







Selasa, 18 Agustus 2020

Wisata Edukasi ke Palembang Bird Park

Agustus 18, 2020 2 Comments

 Kalau kamu tinggal atau sedang berada di Kota Palembang, dan ingin menikmati masa libur namun tidak ingin pergi jauh-jauh ke luar kota, mungkin kamu perlu mencoba mengunjugi Palembang Bird Park. Taman burung ini cocok sekali untuk wisata edukasi bersama dengan keluarga tercinta, apalagi anak-anak. Di tempat i ni, anak-anak bisa belajar mengenal hewan-hewan, mulai dari beragam jenis burung, reptil, rusa, kuda, ikan, kura-kura, dan lain sebagainya.


Terletak di Jln. Gubernur H.A. Bastari, Jakabaring, tepatnya di kawasan OPI mall, sebelah waterfun. Kamu bisa mengunjungi tempat ini dengan menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum seperti mobil transmusi, Light Rail Transit (LRT), ataupun ojek/taxi online. Untuk memasuki kawasan Palembang Bird Park, kamu hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp. 50.000,- alias lima puluh ribu rupiah saja per orang. Bahkan, kini tersedia diskon-diskon menarik jika kamu datang dengan beramai-ramai.

 

Setelah membayar tiket masuk, kamu akan diberikan kupon pakan yang nantinya dapat kamu tukarkan di dalam. Dengan menukarkan kupon tersebut, kamu akan mendapat 4 (empat) jenis pakan, yakni untuk kura-kura, burung jalak, iguana, dan burung parkit. Kamu juga dapat membeli pakan tambahan seperti pakan rusa, dan sebagainya.

 

Selain jenis-jenis hewan yang sudah disebutkan tadi, di Palembang Bird Park juga terdapat satu ruangan yang berisi beragam kucing, yang diberi nama dengan "rumah kucing". Untuk memasuki rumah kucing ini, kamu perlu membayar sebesar Rp. 10.000 alias sepuluh ribu rupiah.

 


Di setiap kandang hewan, telah disediakan informasi tertulis mengenai satwa yang berada di dalamnya, mulai dari namanya, jenis, habitat, makanan, dan lain sebagainya. Selain memberikan makanan sesuai dengan pakan yang disediakan, kamu juga bisa bermain dan berfoto bersama satwa tersebut, terkecuali beberapa satwa seperti ular dan burung hantu. Namun, kamu tidak perlu takut, sebab hewan-hewan di setiap kandang di sini juga di jaga oleh petugas.

 

Selain itu, di luar wilayah kandang hewan, juga tersedia food court dan beragam permainan seperti yang sering kita jumpai pasardi  malam. Selamat berlibur. Jangan lupa jaga kesehatan dan jaga lingkungan, ya.

Minggu, 05 April 2020

[Kilas Buku] Avenoir - Urfa Qurrota Ainy

April 05, 2020 0 Comments
Avenoir. Pertama kali mendengar judul buku ini, saya penasaran dengan makna dari kata avenoir itu sendiri. Lantas mencoba membuka kamus bahasa inggris, namun tidak ditemukan. Haha.

Di dalam buku ini, avenoir diartikan sebagai sekumpulan cerita, emosi, dan pengalaman hidup mengenai rumitnya hubungan manusia ketika masa lalu turut menjadi bagian darinya. Avenoir merupakan gabungan dua kata dalam Bahasa Prancis, yakni avenir dan avoir, yang dibuat oleh John Koenig dalam Dictionary of Obsecure Sorrows. Pembuatan istilah avenoir tidak lain untuk mengisi kekosongan istilah guna menyebut sebuah perasaan yang timbul ketika kita mengenang suatu peristiwa dan tiba-tiba waktu seperti membeku sejenak, sebelum kaki kita bergerak mundur menuju peristiwa yang kita kenang - baik dengan niat untuk mengulang peristiwa itu lagi, maupun untuk mencegah peristiwa itu terjadi sama sekali. Avenoir menggambarkan sebuah dilema klise yang berbunyi: apakah kita mesti membiarkan masa lalu menuntun kita atau kita yang harus menuntunnya?


Buku ini mengisahkan beragam cerita dari para pencerita kepada si pendengar cerita. Adalah Da, seseorang yang memiliki profesi sebagai pendengar cerita, mendengarkan beragam cerita dengan berbagai tema dan masalah. Tetapi semua yang diceritakan berujung pada satu muara, yakni tentang hidup yang tidak baik-baik saja. Singkatnya, kira-kira profesi ini mirip seperti seorang psikolog. Walaupun ia menjadi seorang pendengar cerita, bukan hal yang mustahil jika Da sendiri memiliki kisah di mana hidupnya tidak baik-baik saja. Pada buku Avenoir ini, Da juga menuliskan pelik masalah hidupnya hingga akhirnya menemukan jawaban atas pertanyaannya sendiri, menyembuhkan lukanya sendiri melalui profesinya sebagai pendengar cerita dan lewat orang-orang yang bercerita padanya.

Meski pada sampul buku ini tertulis bahwa buku ini adalah sebuah buku kumpulan cerita, namun lebih baik untuk membacanya secara urut atau tidak melompat-lompat sebab ada satu kisah yang berhungan dengan akhir dari cerita fiksi ini.

Avenoir terdiri dari 18 bagian atau kisah, tidak termasuk pengantar dan akhir dari cerita si pendengar cerita (tentu ada di awal dan akhir buku). Bagi kalian yang mungkin sedang muak dengan kisah-kisah romantisme patah hati, buku ini tidak hanya bercerita tentang kandasnya kisah asmara dari para pencerita. Lebih dari itu, ini berisi kisah-kisah dari banyak golongan, laki-laki maupun perempuan, tua maupun muda, dewasa maupun anak kecil, kaya maupun miskin. Buku ini berhasil membuat saya beberapa kali bergumam dalam hati, apakah ini betul kisah fiksi? Pertanyaan saya itu kemudian terjawab menjelang akhir dari buku ini.

Dari semua kisah dalam Avenoir, ada sebuah bagian yang mungkin dapat menjadi jawaban dari beberapa pertanyaan.
"Barangkali memang bagian tersulit dari merelakan masa lalu adalah ketika kau menganggap dirimu sebagai objek yang tak punya daya. Korban yang butuh diselamatkan. Alih-alih mendaulat dirimu sebagai pahlawan yang bisa menolong dirimu sendiri".

Selamat mengarungi cerita.

Sabtu, 01 Februari 2020

Ngopi Gratis di Sahabi Coffee Palembang

Februari 01, 2020 0 Comments
Sahabi Coffee merupakan salah satu tempat ngopi yang terletak di Jl. Lunjuk Jaya, persis di sebelah Kampus Universitas Sriwijaya, Palembang. Usut punya usut, kafe ini mulai dibuka pada tahun 2019, masih tergolong baru. Terletak dekat dengan lokasi kampus dan juga kos-kosan mahasiswa, saya punya keyakinan bahwa mayoritas pengunjungnya adalah mahasiswa. Lokasi Sahabi Coffee ini cukup mudah dijangkau sebab berada di tengah kota. Untuk sampai di tempat ini, kita bisa menggunakan mobil angkutan umum dan berhenti di depan Jln. Lunjuk Jaya kemudian melanjutkan dengan sedikit berjalan kaki ke dalam. Tapi jika teman-teman sedang merasa cukup malas untuk berjalan kaki, transportasi online baik mobil maupun motor bisa menjadi pilihan yang tepat. Atau bagi teman-teman yang memiliki kendaraan pribadi, akan lebih mudah untuk pergi langsung menggunakan kendaraannya. Di sini, tempat parkir yang tersedia cukup luas, jadi tidak perlu khawatir kesulitan memarkirkan kendaraan.


Meski kafe ini tidak begitu luas, namun desain yang digunakan terasa cozy, ditambah dengan alunan musik yang diputar membuat semakin nyaman. Masuk ke dalam kafe, kita dapat memilih tempat duduk mana saja, di depan kaca jendela yang menghadap ke luar, di meja-meja samping, atau duduk di bar sambil memerhatikan barista menyeduh kopi. Tentu saja, syaratnya selama kursi itu masih kosong. Bagi teman-teman yang merokok, dapat memilih tempat duduk di luar.


Selain kopi, menu yang ditawarkan juga ada minuman-minuman non kopi, snack, dan juga makanan berat. Harganya cukup terjangkau, tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam. Bahkan, Sahabi Coffee memiliki program ngopi gratis pada 'Jam Ngopi'. Kita bisa menikmati kopi V60 gratis setiap hari pukul 10:00-12:00 atau pukul 18:00-20:00 WIB. Di samping ngopi gratis, barista akan dengan ramah menjelaskan proses kopi mulai dari awal hingga akhirnya di gelas dan dapat kita nikmati. Saya menyebutnya kuliah kopi. Enak sekali kan, bisa ngopi gratis, dapat kuliah kopi pula.
Kafe ini buka setiap hari mulai pukul 10 pagi hingga pukul 10 malam. Selamat mencoba!

Minggu, 26 Januari 2020

FAQ Seleksi CPNS

Januari 26, 2020 0 Comments
Berhubung sekarang sudah memasuki waktu indonesia bagian seleksi CPNS, jadi kali ini sharing sedikit tentang pertanyaan-pertanyaan yang sering banget ditanyain sama temen-temen yang ikut seleksi. Tapi sebelumnya sudah paham kan ya, apa itu CPNS?


#1 Seleksinya ada tahap apa aja?
Untuk seleksi CPNS ini sendiri ada beberapa tahap; seleksi administrasi, SKD CAT, SKB, dan nanti juga bakalan ada pemberkasan di akhir.

#2 Apa aja yang perlu disiapin untuk SKD CAT?
Buat temen-temen yang sudah dinyatakan lulus seleksi administrasi dan lanjut ke SKD, jangan lupa siapkan kartu ujian dan identitas diri (KTP). Dua barang ini penting banget dan perlu dibawa pada saat tes, jadi jangan sampe rusak apalagi hilang. Jangan lupa juga pastikan jadwal dan tempat kamu tes, dicek betul-betul karena kalau sampe salah hari, ya udah auto gugur. Hal yang penting lainnya adalah siapkan diri kamu dengan belajar dan latihan.

#3 Tes SKD CAT itu gimana sih?
Seleksi Kemampuan Dasar CPNS sekarang sudah pake sistem CAT (Computer Assisted Test), jadi tesnya menggunakan komputer. Soalnya pilihan ganda, kok. Ga perlu khawatir kamu harus mengarang bebas wkwk.

#4 Materi tes SKD CAT itu tentang apa aja?
Untuk SKD, ada tiga kategori soal yaitu Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensi Umum (TIU), dan Tes Kepribadian (TKP). Untuk TWK, kamu bisa pelajari materi-materi tentang sejarah, kewarganegaraan, dan pengetahuan umum juga beberapa ada yang masuk. Kalau untuk TIU, hampir mirip dengan soal TPA. Isinya ada soal sinonim antonim, deret angka, matematika, soal gambar, dsb. Sedangkan untuk soal TKP, biasanya kita diberikan semacam soal cerita, dihadapkan pada suatu kondisi dan gimana sikap kita menghadapi kondisi tersebut.

#5 Berapa soal dan waktunya gimana?
Di SKD ini ada 100 soal yang harus kita jawab. Pengalaman seleksi tahun 2018 kemarin, 100 soal itu terdiri dari 30 soal TWK, 35 TIU, dan 35 TKP. Kita dikasih waktu 90 menit untuk menjawab soal. Untuk soal TWK dan TIU, jawaban benar dinilai 5 dan jawaban salah bernilai 0. Sedangkan untuk soal TKP, semua jawaban bernilai antara 1-5 tergantung jawaban mana yang kita pilih. Berhubung ga ada nilai minus, saranku ya jawab aja meskipun gatau. Kan siapa tau tebakanmu bener wkwk. Ohya kita bisa lompat ke soal-soal lain kalo misalkan belum tau jawabannya, jawaban kamu juga masih bisa diganti selagi belum klik "selesai".
Setelah kamu klik selesai, nilaimu akan langsung keluar, mulai dari nilai per kategori (TWK, TIU, TKP) maupun totalnya. Jadi kita bakalan tahu, nilai kita masuk passing grade atau ga.

#6 Kalo kita lulus passing grade, berarti lanjut ya?
Belom tentu. Karena nilai ini nantinya bakalan diranking dan yang bisa ikut ke tahap selanjutnya cuma sebanyak 3x formasi yang dibutuhkan. Jadi, misalkan kamu apply formasi guru matematika yang jumlah formasinya 10, berarti yang bakal ikut SKB adalah 30 orang dengan nilai SKD terbesar. Maka dari itu, usahakan kerjakan soal semaksimal mungkin, ya!

#7 Tes SKB itu gimana?
Seleksi Kompetensi Bidang ini sebetulnya beda-beda tiap instansi. Tapi rata-rata pasti ada SKB CAT, khususnya untuk pelamar formasi Sarjana/Diploma. Beberapa instansi, ada yang cuma sampai sebatas SKB CAT aja, ada juga yang sepaket dengan tes lainnya kayak praktek, tes Bahasa Inggris, kesamaptaan, dan ada juga wawancara. Semua tergantung ketentuan instansi dan posisi jabatan yang dilamar. Sebagai contoh, ada temenku yang apply di posisi TI, selain SKB CAT dia juga diminta praktek setting jaringan dsb, ada tes bahasa juga. Ada lagi temenku yang apply posisi arsiparis, dia diminta praktek juga.

#8 SKB CAT materi soalnya tentang apa aja?
SKB CAT sebetulnya hampir sama dengan SKD. Bedanya, materi tes SKB ini berhubungan dengan jabatan yang kamu lamar. Jadi, penting banget bagi kamu untuk memahami betul-betul tentang jabatan/formasi yang kamu lamar, pekerjaan apa yang harus dilakukan, kompetensi apa yang diperlukan. Buat kamu yang ngelamar untuk posisi yang relate dengan jurusan kuliahmu, boleh banget untuk baca-baca ulang materi kuliah kemarin.

#9 Nanti ada wawancara? Gimana model pertanyaannya?
Ga semua instansi ada tes wawancara juga. Pengalamanku kemarin, pas wawancara ga begitu tegang sih. Pertanyaannya kemungkinan mirip kayak kita ngelamar kerja di swasta kali ya? (Belum pernah ikut wawancara kerja sebelumnya, hehe) Beberapa pertanyaan yang ditanyain seputar alasan kenapa mau jadi PNS, perubahan/perkembangan diri selama 3 tahun terakhir, apa yang kira-kira mau dilakukan ke depannya, kemampuan yang dimiliki, dan pertanyaan-pertanyaan terkait isu yang sedang hangat di masyarakat. Di sesi wawancara ini, bukan cuma tanya-jawab aja. Kamu juga bisa diminta untuk melakukan sesuatu. Misalnya nunjukin bakatmu, gitu.

#10 Setelah pengumuman, terus apalagi?
Setelah semua rangkaian tes selesai dan sudah pengumuman akhir, selamat kalau namamh tertera lulus sebagai cpns. Kamu bakalan disibukkan dengan mengurus dan melengkapi berkas-berkas. Berkasnya apa-apa aja, pastinya bakalan diinformasikan. Tapi biasanya di antara berkas-berkas itu ada SKCK, Surat Keterangan Sehat Jasmani dan Rohani, Surat Keterangan Bebas Narkoba, Ijzah, Transkrip, dan berkas lain yang diupload pada saat seleksi administrasi. Harus teliti ya, salah-salah malah ga jadi lulus nih. Apalagi kalo memalsukan data, hehe.

#11 Kalo sudah selesai semua berkas-berkas, berarti resmi jadi pns ya?
Masih belom, dong. Kamu masih berstatus CPNS, ya. Kamu harus melewati masa orientasi dulu, kemudian ikut Pelatihan Dasar (dulu namanya Prajabatan). Nanti kalo sudah dilantik jadi PNS, baru sah.

#12 Tips biar bisa lulus jadi CPNS?
Ikutin setiap tahapannya dengan baik dan sesuai aturan. Pelajari dan latihan soal-soal. Bisa lewat buku, internet, atau aplikasi-aplikasi yang bisa diinstall di gadget kamu. Jangan lupa minta doa orang tua dan orang-orang terkasih.

#13 Bayar berapa? Ada om ya?
Ini nih yang nyebelin. Kamu jangan gini, ya. Jangan suka kemakan omongan orang juga. Kadang suka ketemu orang yang nanya pertanyaan kayak gini. Srsly ga ada bayar-bayaran. Ga ada om oman. Mau kuliah aja kagak ada duit kalo ga gratis, boro-boro mau nyogok.