Tampilkan postingan dengan label Knowledge. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Knowledge. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 Desember 2019

Kalo Aku Ikut Pers, Apa Untungnya?

Desember 21, 2019 0 Comments

Mendengar nama pers rasanya keren sekali, ya? Wah pasti mereka-mereka ini yang sering mondar-mandir bawa kamera, apalagi di acara-acara atau kejadian penting, beberapa malah sering muncul di televisi. Padahal, sebenarnya pers itu tidak terbatas hanya itu saja, lo! Kalau yang disebutkan tadi, itu bisa jadi kamu baru kenal sebatas tugas reporter saja. Terus apa bedanya reporter dan pers? Kalau menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), reporter berarti orang yang pekerjaannya melaporkan (berita, peristiwa, dan sebagainya) alias wartawan. Sedangkan pers adalah usaha pengumpulan dan penyiaran berita. Jadi, sudah cukup jelas sampai di sini? Reporter itu salah satu bagian dari pers, ya, teman-teman.


Asiknya, kita bisa belajar memahami pers meski masih duduk di bangku kuliah karena di kampus biasanya ada yang namanya Pers Mahasiswa, ada yang tingkat fakultas ataupun universitas. Pers Mahasiswa ini sendiri biasanya tergolong dalam organisasi kemahasiswaan, yang tentunya independen. Jadi, di pers mahasiswa ini isinya apa saja selain reporter? Banyak! Setidaknya, di pers mahasiswa ini ada yang namanya Pimpinan Umum alias pimum, Bagian Penelitian dan Pengembangan (Litbang), dan yang paling penting dan utama itu Redaksi. Bagian redaksi ini dipimpin oleh seorang Pimpinan Redaksi (Pimred) yang mana di bawahnya ada Redaktur Pelaksana, Reporter dan juga FPelaksana, serta Layouter. Beberapa pers yang membuka iklan untuk media cetaknya, juga mempunyai Bagian Usaha, yang dipimpin oleh seorang Pimpinan Usaha (Pimus).

Selain itu, teman-teman juga pasti sudah tahu bahwa pers sekarang tidak hanya terbatas untuk penyiaran melalui media cetak saja, melainkan juga sudah merambah media online. Sebab di era yang serba canggih ini semua sudah bisa kita akses dengan bermodalkan kuota internet dan gadget di genggaman.

Lalu, bagaimana kalau saya ikut bagian dalam pers ini? Apa untungnya bagi saya?

#1 Stay update

Kalau dipikir, bagaimana mungkin kita tidak update dengan berita atau informasi jika kita sendiri yang memberitakannya? Jadi pers memungkinkan kita untuk mengetahui banyak informasi-informasi terbaru dengan cepat, bahkan melalui sumber-sumber yang kredibel. Hal ini mungkin saja, sebab pers menjadi pintu kita untuk memiliki banyak jejaring. Masa, orang pers ketinggalan info? Hehe.

#2 Paket Komplit: Tulis menulis, desain dan layouting

Mulai belajar di pers, tentu kita perlu menguasai dunia jurnalistik atau kepenulisan berita. Adalah sebuah kemustahilan jika kita yang masih baru dan tidak mengerti apa-apa, lantas langsung ditunjuk untuk menjadi pimpinan umum. Jadi, di sinilah kita perlu membiasakan diri bagaimana cara menulis berita yang baik. Perlu diingat, bahwa berita yang disebarluaskan adalah berita benar, bukan hoax atau gosip. Berita yang ditulis berdasarkan informasi yang benar dan terpercaya, tidak mengada-ada apalagi mengadu domba.
Penulisan berita ini, lekat pada tugas bagian redaksi. Kita dituntu untuk memahami bagaimana teknik penulisan berita yang baik dan benar, yang dapat merangkum 5W+1H, dan tetap menarik untuk dibaca. Teman-teman sekalian juga dapat mengetahui bagaimana pemilihan judul berita yang menarik, teknik piramida terbalik untuk menulis berita, serta hal-hal lainnya. Selain itu, di bagian redaksi ini kita juga dapat belajar bagaimana cara mendesain serta me-layout terutama untuk media cetak seperti majalah, koran, ataupun buletin. Di era sekarang terutama dunia kreatif, pengetahuan dan kemampuan menulis serta desain adalah hal yang penting dan bisa menjadi nilai tambah bagi diri kita. Kamu keren kalau bisa nulis dan desain.

#3 ID Card pers

Masih bertanya apa untungnya punya ID Card pers? Dengan ID ini, beberapa teman pers mahasiswa bahkan bisa masuk ke acara-acara besar yang diselenggarakan oleh kampus tanpa harus menjadi tamu undangan atau membayar dengan sejumlah uang, hehe. Ikut masuk ke gedung DPR untuk meliput saat demo pun bisa.

#4 Bertemu orang penting

Jika masuk ke acara penting saja bisa, kita juga bisa bertemu dan mewawancarai orang-orang penting dan terkenal. Menjadi pers membuka peluang bagi kita untuk memperluas jejaring, mengenal banyak orang dan bahkan juga dikenal oleh banyak orang.

#5 Latihan jadi wartawan professional

Menjadi wartawan profesional adalah menjadi orang yang tangguh, gesit, pandai dan tahan banting, serta mampu memanajemen waktu sebab sudah pasti mobilitasnya sangat tinggi dan juga berani menyampaikan kebenaran. Jadi, mau latihan dulu tidak?

Sabtu, 28 September 2019

Yang Quotable di "Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat"

September 28, 2019 0 Comments
The Subtle Art of Not Giving A Fuck merupakan buku pengembangan diri pertama tulisan Mark Manson yang beberapa waktu lalu menjadi salah satu buku yang cukup terkenal dan digandrungi oleh banyak pembaca. Di Indonesia sendiri, buku ini telah dialihbahasakan menjadi "Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat".

Hasil gambar untuk foto buku seni bersikap bodo amat
Pict by google

Pernah suatu waktu, ketika saya sedang membaca buku ini, seseorang berkata, "Untuk apa kamu baca buku ini? Awas nanti kamu malah jadi bodo amat. Ga bagus itu". Padahal, bodo amat yang dimaksud oleh Manson adalah bagaimana kita menyikapi suatu masalah yang terjadi serta memberi perhatian hanya pada hal-hal yang memang semestinya perlu kita berikan atensi.

Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat terdiri dari 9 bab. Melalui buku ini, Manson mengemas tulisannya dengan kisah-kisah yang penuh makna, tentang bagaimana kita menyikapi hidup. Inti dari buku ini sebenarnya telah dikemas di awal bab. Manson juga menuliskan tiga "seni" yang dapat membantu mendefinisikan masa bodoh:

#1 Masa bodoh bukan berarti menjadi acuh tak acuh; masa bodoh berarti nyaman saat menjadi berbeda

#2 Untuk bisa mengatakan "bodo amat" pada kesulitan, pertama-tama Anda harus peduli terhadap sesuatu yang jauh lebih penting dari kesulitan

#3 Entah Anda sadari atau tidak, Anda selalu memilih suatu hal untuk diperhatikan

Menurut Manson, cuek dan masa bodoh adalah cara yang sederhana untuk mengarahkan kembali ekspektasi hidup kita dan memilih apa yang penting dan apa yang tidak. Buku ini mengajarkan kita bagaimana cara berlapang dada dan membiarkan sesuatu pergi, menyortir hal-hal yang penting saja dalam kehidupan ini.

Jadi, apa yang quotable di buku ini?

Apapun masalah Anda, konsepnya sama: selesaikan masalah; lalu berbahagialah.
Akan tetapi, sayangnya, bagi banyak orang, rasanya hidup tidak sesederhana itu. Itu karena mereka menghadapi masalah dengan paling tidak satu dari dua cara, yaitu penyangkalan dan mentalitas korban.

Jika penderitaan tidak bisa ditolak, jika permasalahan dalam kehidupan kita ini tidak bisa dihindari, pertanyaan yang harus kita ajukan bukan "Bagaimana saya menghentikan penderitaan?" Tapi "Mengapa saya menderita-demi tujuan apa?"

Bertanya kepada diri sendiri secara jujur itu sulit. Anda harus mengajukan kepada diri Anda sendiri, pertanyaan yang tidak nyaman untuk dijawab.
Kenyataannya, semakin tidak nyaman sebuah jawaban, semakin itu mendekati kenyataan yang sebenarnya.

Masalah mungkin tidak dapat dielakkan, namun makna dari setiap masalah bisa dikelola.
Kita harus mengendalikan makna di halik permasalahan kita seturut persepsi yang telah kita pilih, seturut standar yang telah kita tentukan untuk mengukurnya.

Jika Anda ingin mengubah cara Anda memandang permasalahan Anda, Anda harus mengubah nilai yang Anda pegang dan/atau bagaimana Anda mengukur kegagalan/kesuksesan.

Self improvement yang sesungguhnya: memprioritaskan nilai-nilai yang lebih baik, memilih hal-hal yang lebih baik untuk dipedulikan.
Karena ketika Anda peduli pada hal-hal yang lebih baik, Anda akan mendapat masalah yang lebih baik. Dan ketika Anda mendapat masalah yang lebih baik, Anda menjalani kehidupan yang lebih baik pula.

Tidak ada dogma yang benar. Tidak ada pula ideologi yang sempurna.
Yang ada hanyalah bahwa pengalaman Anda telah menunjukkan kepada Anda mana yang benar untuk Anda - dan bahkan, bahwa pengalaman juga bisa keliru.

Senin, 26 November 2018

Cara Balikin Semangat Skripsian

November 26, 2018 0 Comments
Assalamu'alaikum. Tabik!
Selamat sudah jadi mahasiswa tingkat akhir! Mari kita dukung tumbuh kembang si skripsi, ya, bunda. Skripsinya jangan dianggurin terus, kan kasian :( nanti dianya malah kerdil. Tau banget deh tauuu, sepanjang proses perjalanan perskripsian pasti ada naik turunnya. Ada kalanya kita on fire banget, menggebu-gebu buat nuntasin skripsi. Tapi ada juga masanya kita lemes banget, mager abis, sampai-sampai ga mau noleh lagi ke skripsi. Tapi kalo sudah kayak gini kondisinya, jangan lupa balikin lagi semangatnya. Jangan terlarut-larut dalam kesedihan (nah loh/?)


Pada kesempatan ini, aku bakal share beberapa tips untuk mengelola semangat nggarap skripsi. Apa aja yang harus dilakukan sehingga mood dan semangat kita ga terus tidur di posisi nol?

#1 Merenung
Coba deh kamu luangin waktu sebentar buat merenung, pikirin kenapa kamu harus segera tuntaskan skripsi. Tanggungan beasiswa yang udah mau habis berbarengan abisnya jatah masa kuliah, mau ga mau harus bayaran lagi untuk semester depan, ada juga orang tua yang sudah nunggu-nunggu kapan kamu lulus kuliah. Terlebih, buat kita yang bukan dari kalangan keluarga kaya, dan masih nebeng hidup sama orang tua. Kalian tega mau nambahin beban orang tua? Setidaknya, kalo kalian lekas lulus kuliah, bisa segera kerja dan ga bergantung hidup sama orang tua. Dan ternyata, beberapa orang tua bahkan menaruh harapan pada anaknya supaya bisa bantu mereka (dalam hal finansial juga). Itu salah satu contohnya. Masih banyak hal lain yang bisa jadi alasan yang memotivasi kamu untuk kelarin skripsi. Nah, tanamkan itu baik-baik dalam benak kalian. Jadi, kalau sewaktu-waktu kalian down, ingat lagi tujuan dan motivasi awal.

#2 Cari Temen Skripsian
Cara ini menurutku cukup ampuh untuk balikin semangat skripsian kalo lagi turun. Sadar atau engga, semangat kita juga tergantung sama lingkungan di sekitar, gimana pergaulan kita, dan temen-temen terdekat kita. Bayangin deh, kalo misalkan temen-temen kita pada lemes dan males-malesan buat ngerjain skripsi, kita pasti juga bakal ketularan males. Jadi, untuk urusan skripsi (urusan yang lain juga sih), kita perlu temen yang rajin, yang suka ngingetin kita untuk selalu semangat berjuang ngerjain skripsi. Walaupun dia engga selalu ngingetin kita, tapi progress skripsinya juga bisa dijadikan motivasi supaya kita bisa lebih giat. Misalnya nih, si A yang suka bareng kita, skripsian bareng, nongkrong bareng, atau apa-apa bareng. Dia sudah acc bab 3, sedangkan kamu masih tetep aja bahas latar belakang permasalahan. Sadar atau engga, kemajuan si A bakal bikin kamu buat ngejer dia supaya ga ketinggalan jauh. Dan juga, buat kamu yang suka ditanyain "gimana skripsimu?" atau "sudah sampe mana?", jangan merasa terdzolimi dengan pertanyaan demikian ya. Sebenernya, mereka lagi nunjukkin perhatiannya ke kamu. Itu salah satu bentuk kepedulian mereka. Pun biasanya kalo ada orang yang terus rajin nanyain skripsi kita, lama-lama kita bakalan bosen sama pertanyaannya yang itu-itu mulu dan mau ga mau harus buru-buru selesaikan itu yang namanya skripsi. Ambil positifnya aja, ya.

#3 Jangan Sungkan Nanya
Ohya, keuntungan lain dari punya temen seperjuangan dalam hal skripsi bukan cuma sebatas itu doang, kamu juga bisa sharing tentang skripsimu sama dia, minta saran dan masukan untuk perkembangan si buah hati (hehe). Biarpun kamu lagi mager skripsian, tanya aja sama dia--apapun itu. Kamu bisa nanya progress dia, curhatin kesulitan skripsimu dan tanya tips dari dia boleh juga. Ini masih berkaitan ya sama poin di atas. Dan penting juga buat kalian untuk nanya ke mereka yang lebih berpengalaman, misalnya kakak tingkat yang tentunya sudah lebih dulu melewati tahap ini, atau temen satu bimbingan (kamu bisa nanya gimana kriteria skripsi yang dipengenin sama dosen pembimbing-- kriteria tiap dosen beda-beda biasanya). Pokoknya obrolin aja terus tentang skripsi, nanti juga bakalan timbul semangat (tapi niatnya juga ya). Insyaa Allah.

#4 Jangan Tinggalin Dia
Plis banget! Jangan tinggalin skripsimu lama-lama. Kamu boleh rehat, ambil jeda dari kepenatan ngerjain skripsi. Tapi sehari-dua hari cukup lah yaa. Jangan kelamaan, nanti dia terlantar dan kurang gizi karena kamu terlena dengan kesenangan yang sementara. Buka-bukain aja terus itu file skripsi, kalo kamu lagi males ngerjain yang berat-berat, perbaiki yang dikit-dikit aja dulu, bisa benerin penulisannya, tata bahasanya, atau bikin kerangka acuan apa-apa aja yang harus dibenahi. Kalaupun kamu merasa bingung, jangan ditinggalin gitu aja, tapi kamu kudu cari referensi lagi, banyakin baca, banyakin nanya, dan banyakin doa!

#5 Kenali Apa Maunya Kamu
Ga bisa dipungkiri, buat ngerjain skripsi itu butuh konsentrasi yang bagus dan mood yang bagus. Untuk mendukung itu, kamu bisa pilih waktu dan tempat yang paling pas buat ngerjain skripsi. Tiap orang beda-beda biasanya. Ada yang cuma bisa konsen ngerjain skripsi malem-malem, subuh, atau mungkin pas baru bangun tidur. Kalo kamu ngerasa bosen ngerjain di kamar melulu, perpustakaan bisa jadi salah satu spot buat skripsian. Di perpus biasanya kamu bisa nemuin buku-buku sebagai bahan referensi, dan juga ada free wifi (biasanya ini perlu). Atau kamu juga bisa ke cafe, taman, bahkan kosan temen juga bagus tuh (asal ga ngegosip aja). Kamu juga bisa ngemil sambil skripsian-- tapi sekali lagi, setiap orang beda ya, mungkin aja kamu tipe orang yang ga bisa disambil-sambil kalo ngerjain sesuatu.

#6 Tentukan Target
Nah ini juga penting. Pasalnya, kebanyakan orang suka lama ngerjain skripsi itu karena kebanyakan nunda, mengulur-ulur waktu, yang mana salah satu penyebabnya adalah ga ada tenggat pengerjaan. Kita ga punya deadline pasti. Makanya, lebih baik kita tentukan target kita sendiri -- kapan kita mau bimbingan, kapan kita harus nyelesain revisi, kapan kita harus sudah penelitian ke lapangan, kapan kita pengen sidang. Jadi kita ga bisa terus-terusan berleha-leha karena harus kejar target. Ini penting, soalnya kebanyakan dosen (di kampusku) yang ga ngasih tenggat revisi. Tapi inget juga, jangan sampe karena demi mengejar target kamu malah melupakan kualitas skripsimu. Kualitas isi skripsi kamu juga penting! Bukan cuma asal selesai aja. 

#7 Bersandar pada Sandaran yang Tepat
Ini yang paling penting dan perlu diingat. Kita harus selalu ingat bahwa kita harus terus berusaha dan berdoa. Apapun yang terjadi, semua adalah kehendak Allah. Memang, kita perlu berusaha semampu kita. Tapi kadar kemampuan kita, bukan kita sendiri yang bisa mengukurnya, cuma Allah yang tau batas kemampuan kita. Jadi, berusahalah sekuat mungkin, lakukan usaha yang paling maksimal dan tentu diiringi dengan doa. Kalau ada apa-apa -- baik susah atau senang, mudah atau sulit -- selalu sandarkan pada sandaran yang tepat. Percaya aja sama Allah, usaha, dan doa, nanti juga bakalan Allah tunjukkan jalan. Dan, ya, jangan suka pesimis dengan berdalih 'aku ga mampu' atau 'cuma segini bisanya, ya mau gimana lagi' lalu bergantung dan bersandar sama manusia. Keyakinan dan kepercayadirian itu penting, masbro, mbakbro!

Udah, ya.
Semoga bermanfaat. Semangat nggarap skripsi! Ganbatte never bete 💪

Rabu, 07 Maret 2018

SYAMIL: SHARING WITH MUZAMMIL

Maret 07, 2018 0 Comments

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sharing time!

Siapa yang belum tau Muzammil? Kalo belum tau, sok atuh boleh di googling dulu, hehe. He’s an architect and Qur’an reciter.

Pardon me, seharusnya ini udah diposting dari lama tapi karena satu-dua hal jadi baru bisa sharing sekarang. Well, di bulan Februari lalu saya dan beberapa temen ikutan Syamil (Sharing with Muzammil) di Al-Azhar Convention Hall, bagian dari Sekolah Al-Azhar Cairo. Itu adalah kali pertama saya ‘main’ ke sana. Hall-nya lumayan besar, lebih besar dari yang kelihatan luarnya.  Bagian luar gedungnya dicat warna-warni. So cheerful! Pas masuk ke dalam hall, saya suka banget sama desain latar belakang stage bagian depannya (saya gatau harus nyebutnya apa, semoga kalian ngerti) yang dibikin seolah kayak ada banyak bintang bertaburan disitu.

Acara ini dimulai siang hari, jadi sebelum acara dimulai kita solat dzuhur berjamaah di hall. Tema sharing waktu itu adalah tentang Al-Qur’an. Bagi temen-temen yang belum sempet hadir acara, kali ini saya akan share sedikit dari isi acara tersebut. Semoga bermanfaat.

Here we go.

Semua yang berhubungan dengan Al-Qur’an dimuliakan oleh Allah SWT. Sebagaimana yang kita tahu, Nabi Muhammad SAW yang kepadanya Allah SWT turunkan Al-Qur’an merupakan manusia pilihan, manusia yang paling sempurna sepanjang masa, yang menjadi panutan bagi kita semua. Al-Qur’an diturunkan pada bulan Ramadhan di malam hari, yang mana ada malam Lailatul Qadr yaitu malam yang lebih baik daripada seribu bulan (baca QS. Al-Qadr). Kemudian Allah juga jadikan waktu malam adalah waktu yang sangat baik untuk memanjatkan doa, terlebih di waktu sepertiga malam terakhir. Allah juga jadikan Mekah dan Madinah menjadi tempat yang sangat istimewa. Masyaa Allaah.

Hikmah mengapa Al-Qur’an diturunkan di Mekah adalah karena pada zaman dahulu sedikit sekali orang yang bisa baca tulis disana, termasuk Rasulullah juga tidak bisa baca sebelum turunnya Al-Qur’an. Hal tersebut membuktikan bahwa Al-Qur’an adalah murni firman Allah SWT, bukan karangan Rasulullah. Meskipun demikian, Rasulullah bukanlah orang bodoh. Pada zaman itu, tingkat kepintaran orang-orang dinilai dari hafalannya, yakni seberapa pandai ia menghapal. Itulah mengapa firman Allah SWT yang pertama diturunkan berbunyi “iqro” yang artinya bacalah. Selain itu, bahasa Arab adalah bahasa yang memiliki diksi yang paling lengkap dan detail sehingga bisa menjelaskan maksud isi Al-Qur’an secara jelas, detail dan lengkap.

 Al-Qur’an dibukukan atau disatukan pada zaman Khalifah Utsman bin Affan.

Islam akan mencapai masa kebangkitan atau kejayaan dengan Al-Qur’an, Insyaa Allah. Sebagaimana pada zaman dahulu, dimana para ilmuwan dan orang-orang besar adalah penghafal Al-Qur’an.  Oleh karena itu, tugas kita adalah untuk senantiasa mempelajari Al-Qur’an dan mengamalkannya. Terdapat tiga tingkatan mempelajari Al-Qur’an, yakni:
  1. Membacanya (qiro’ah);
  2. Memahaminya untuk kemudian mengamalkannya, yang dapat dilakukan dengan membaca terjemah, tafsir, maupun belajar dengan ulama atau ahli;
  3. Menghafalnya.
    Sungguh istimewa bagi orang-orang yang dapat menghafalkan Al-Qur’an. Menghafal Al-Qur’an adalah cara untuk menjaga Al-Qur’an, dan merupakan salah satu cara untuk menolong agama Allah. Terdapat tiga cara untuk menolong agama Allah, yakni dengan cara berdakwah, berjihad, serta menjaga Al-Qur’an dengan cara menghafalkannya.

Adapun cara agar kita dapat senantiasa istiqomah mempelajari Al-Qur’an adalah:
  1. Melakukannya dengan Ikhlas dan niat yang tulus;
  2. Dilandasi dengan Iman;
  3. Senantiasa bertaqwa kepada Allah SWT;
  4. Berbakti kepada orang tua. Ridho orangtua adalah ridhonya Allah SWT;
  5. Menjaga makanan dan rizki hanya dengan yang halal.

Tambahan:
Semoga Allah memberikan kita hidayah, juga kepada temen-temen yang masih belum menutup auratnya. Girls, jangan salah ya. Jangan berfikir untuk “Jilbabin hati dulu, ah.” Karena justru hati itu harus dibuka, dan kepala yang ditutup. Kalau Allah sudah menutup hati kita, maka itu artinya hidayah tidak bisa masuk ke dalam hati kita. Jangan sampai Allah menutup penglihatan, pendengaran, serta hati kita sehingga kita tidak lagi bisa mendapat hidayah-Nya. Sudah tau kan kalo menutup aurat itu wajib?

Wassalamu’alaikum.

#ayojadibaik

Senin, 29 Januari 2018

SAVE STREET CHILD PALEMBANG: BUKAN SEKADAR BERBAGI

Januari 29, 2018 1 Comments

Holla! Sudah tahu belum sama Save Street Child alias SSC? Kalo belum, kenalan dulu yuk! Namaku... (eh, bukan kenalan sama saya, ya hehe). Seperti namanya, Save Street Child Palembang atau biasa disingkat SSCP ini merupakan salah satu komunitas yang konsen sama anak-anak jalanan dan juga kaum marjinal. Dari situ, sudah jelas kan, kalo komunitas ini masuk ke dalam kategori komunitas sosial. To be honest, sampai saat tulisan ini dibuat, saya juga belum akrab betul sama SSCP (masih newbie hehe), tapi komunitas ini sudah berhasil menarik perhatian dan mencuri hati saya. Kenapa?

#1 Wadah Pemuda yang Peduli Sosial
Menurut info, Save Street Child Palembang dibentuk pada Maret 2012. Saya ga begitu tahu juga mengenai awal mula terbentuknya komunitas ini. Tapi saya salut banget. Two thumbs up! Kegiatan sosial yang sifatnya sukarela gini itu bener-bener patut diacungin jempol. Saya selalu salut sama siapapun yang bersedia dengan tulus dan ikhlas bergerak membantu orang tanpa mengharapkan imbalan, pujian, atau bahkan meningkatkan kadar eksistensi. Maka, di Save Street Child Palembang ini, tempat bagi mereka yang haus untuk menyebar kebaikan.

#2 Jembatan untuk Berbagi dan Mendidik Anak Negeri
“Mendidik adalah kewajiban bagi setiap orang terdidik”


Nah! Masih inget kan, sama quote-nya Anis Baswedan itu? It’s mean that kita mustinya bisa berbagi ilmu, pengetahuan dan pengalaman kepada mereka sesama anak negeri yang mungkin kurang beruntung dibandingkan kita. Maka Save Street Child Palembang adalah salah satu jembatan bagi kita yang mau berbagi dan mendidik teman-teman dan adik-adik kita di luar sana. Kapan lagi kita bisa berguna bagi orang lain, kalau bukan dimulai dari sekarang? Sebab manusia yang baik itu adalah manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya. Lagipula, mengisi waktu kosong dengan hal positif itu lebih baik daripada kita cuma window shopping muter-muterin mall padahal ga ada duit mau beli, atau sepanjang hari leyeh-leyeh di kasur doang. Dan ternyata berbagi itu juga bisa jadi sarana refreshing dari skripsi. HAHAHA

#3 Anak-Anak dan Kaum Marjinal


Saya sering banget denger kalo “anak-anak itu tonggak penerus masa depan bangsa” dan saya juga yakin kalo kalian juga sering denger kalimat itu. Nah, komunitas ini emang lebih konsen terhadap anak-anak dan kaum marjinal khususnya di Kota Palembang. Di tahun 2018 ini, Save Street Child Palembang rutin ngasih pembelajaran buat anak-anak di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sukawinatan dan Panti Asuhan Doa Ibu. Menurut info, sebelumnya adik-adik asuh SSC Palembang juga ada dari anak-anak loper koran di sekitar Jalan Angkatan 45. Balik lagi ke TPA, kalian pernah ga sih iseng-iseng main ke sana atau mungkin sekadar lewat? To be honest, kedua kali saya dateng ke Tempat Pembuangan Akhir itu karena SSC, dan karena TPA itu juga yang jadi salah satu alasan yang bikin saya tertarik juga penasaran untuk ikut SSC (yang pertama kali karena nyasar, kalo ga salah). Wah pokoknya ga kebayang deh. Tapi yang saya salut, adik-adik di situ antusiasmenya tinggi banget. Coba deh, sekali-sekali kalian main.

#4 Bukan Sekadar Rutinitas, Tapi Benar-Benar Peduli
Kalo bicara masalah rutinitas, setiap minggu Save Street Child ngadain kelas untuk adik-adik di Sukawinatan dan juga di Panti Asuhan Doa Ibu. Tapi, bukan sekadar itu aja. Bahkan, waktu ada adik asuh yang di Sukawinatan terkena musibah dan mengalami cedera patah tulang, kakak-kakak Save Street Child Palembang yang berasal dari disiplin ilmu kedokteran ikut bantu membidai (penanganan sementara patah tulang) dan tentunya juga melakukan open donation buat si adik. Yang juga saya ingat, salah satu dari kakak SSC Palembang pernah bilang kurang lebih begini, “Waktu itu pernah ada yang wawancara kita, mereka tanya apa kemajuan yang paling besar sejak Save Street Child Palembang mulai ngajarin adik-adik. Yah, kemajuan yang paling berkesan itu membuat mereka bisa melakukan sesuatu yang baik yang biasanya tidak mereka lakukan, kayak pake sendal alias nggak nyeker, ngasih salam, dan hal-hal kayak gitu. Bukannya hanya sekadar membuat mereka yang tadinya ga bisa baca, jadi baca. Walaupun memang sebenernya itu juga penting. Dan yang paling penting itu kita bisa ngasih mereka kebahagiaan.” Saya rasanya kayak tersentuh pas denger itu. Ohya, selama saya gabung di komunitas ini, Save Street Child juga pernah ngadain pasar sembako murah dan cek kesehatan gratis buat warga yang tinggal di sekitar TPA.



Ps: ini bukan pencitraan ya, maaf kalau agak berlebihan. Saya hanya mengungkapkan kekaguman sekaligus sharing. 

Kamis, 29 Desember 2016

ANAK PMR? NGAPAIN AJA SIH?

Desember 29, 2016 1 Comments


“Jika remaja hidup dalam ketakutan ia akan terbiasa merasa cemas. Namun jika remaja hidup dengan persahabatan, ia akan belajar bahwa dunia adalah tempat yang indah untuk hidup”
-Dorothy Law Nolte
Buat kalian-kalian yang masih di bangku sekolah, baik SD, SMP, ataupun SMA sederajat dan belum kenal apa itu PMR dan ngapain aja anak-anak PMR di sekolah kalian, semoga tercerahkan dengan postingan kali ini. Yash! Here we go.

PMR itu apa sih?
PMR atau panjangnya Palang Merah Remaja merupakan wadah yang disediakan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) untuk membina dan mengembangkan remaja Indonesia. Dengan gabung di PMR kita bakal dapat banyak manfaat, salah satunya kita bisa belajar jadi remaja yang lebih bersih, sehat, peduli sesama, kreatif, dan bersahabat. Nah, kalau kita sudah punya karakter-karakter yang positif, pastinya kita bisa jadi contoh bagi teman-teman lainnya, juga bisa ngasih semangat dan jadi pendidik sebaya. PMR ini biasanya terdapat di sekolah-sekolah, mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA dan sederajat.

Terus, di PMR kita ngapain aja?
1.      Belajar, so pasti!
Yang namanya belajar, itu kudu! Apalagi kita sebagai pelajar yang pasti selalu dituntut untuk belajar. Belajar itu ga harus cuma dari kelas-kelas yang kita ikutin di sekolah, di PMR kita pastinya juga belajar banyak hal. Di sini, kita bakal mengenal tentang:
-          Kepemimpinan
Nantinya, dari pengetahuan yang kita dapatkan, diharapkan kita bisa jadi contoh yang positif buat temen-temen yang lainnya sehingga mereka juga bisa  jadi lebih baik lagi, atau bahkan menjadi yang terbaik. Kita juga bisa melatih kepedulian dengan teman yang lain, kreatifitas, dan kerja sama.
-          Pertolongan Pertama
Memberikan pertolngan pertama bukan cuma saat ada kecelakaan di jalan raya, tapi kita juga bisa lakukan kapan saja ketika dibutuhkan. Oleh sebab itu, di PMR ini kita bakal tau gimana caranya melakukan pertolongan pertama yang benar, tepat, dan juga cepat
-          PHBS dan Kesehatan Remaja
PHBS? Yaps! PHBS atau Perilaku Hidup Bersih dan Sehat juga akan kita pelajari di PMR. Gimana cara hidup bersih dan sehat yang seharusnya kita terapkan? Cuci tangan yang baik dan benar itu gimana? Eitss, jangan salah lohh, ternyata masih banyak yang belum tau gimana cuci tangan yang baik dan benar itu. Selain cuci tangan, masih banyak lagi hal-hal mengenai PHBS yang bakalan kita dapatkan di PMR. Selain itu, kita juga belajar tentang kesehatan remaja seperti gimana kesehatan reproduksi, apa itu NAPZA, dan masih banyak hal-hal lainnya.
-          Siaga Bencana
Apa yang bisa kita lakukan sebelum musim hujan? Kenapa kita harus menjaga kelestarian hutan? Apa yang bisa kita lakukan buat teman-teman yang terkena bencana? Gimana caranya? Gampang, lewat PMR kita akan mempelajarinya juga, guys!
-          Donor Darah
Untuk apa sih donor darah? Apa manfaat donor darah? Siapa aja yang bisa mendonorkan darahnya? Kuy gabung PMR! Kamu bakalan tau serba-serbi tentang donor darah disini.

2.      Berorganisasi
Add caption
Oleh karena PMR itu sebuah wadah yang juga merupakan organisasi, maka di sini kita dilatih gimana caranya berorganisasi, bekerja sama, dan melakukan tugas-tugas kita sebagai anak PMR maupun tugas struktural organisasi.

3.      Kegiatan sosial
Ikut PMR sudah pasti gak akan luput dari yang namanya kegiatan sosial. Kamu bisa berbagi dengan sesama, misalnya melalui kegiatan bakti sosial (baksos), membantu korban bencana alam, bahkan dengan menolong temanmu yang lagi terluka.

4.      Jadi “dokter” di sekolah kamu

Nah, kalau tadi kamu sudah belajar gimana caranya melakukan pertolongan pertama, sekarang saatnya kamu berpraktek dengan jadi “dokter” di sekolahnya kamu, guys! Pada tiap Senin pagi setiap siswa pasti ikutan upacara bendera, dan gak sedikit di antara mereka yang biasanya pingsan atau sakit pas upacara. Ini saatnya kamu bertugas sebagai anak PMR untuk membantu mereka. Atau kalau misalnya temanmu ada yang terluka karena jatuh saat main bola, keahlianmu dalam mengobati mereka sangat diperlukan, guys!

5.      Ikut lomba Kepalangmerahan
Biasanya, beberapa sekolah dengan Palang Merah Remaja sekolahnya akan ngadain perlombaan seputar Kepalangmerahan nih. Levelnya bisa tingkat kota, provinsi, atau bahkan nasional, loh! Di sini kalian bisa menyalurkan kepandaian di bidang Kepalangmerahan sebagaimana yang sudah diajarkan sebelumnya. Umumnya, ada beberapa cabang lomba yang diperlombakan, di antaranya yaitu Pertolongan Pertama, Ketangkasan Tandu, Perawatan Keluarga, Cepat Tepat Kepalangmerahan, bahkan ada perlombaan seni seperti mading, karikatur, yel-yel, pentas seni, dan lainnya yang pastinya terkait dengan Kepalangmerahan. Ini saatnya kamu mencetak prestasi dan mengharumkan nama sekolahmu, guys! Oh ya, setiap tahun biasanya diadain JUMBARA (Jumpa Bakti Palang Merah), di mana setiap PMR mulai dari tingkat Mula (SD), Madya (SMP), dan Wira (SMA) berkompetisi (biasanya dilaksanakan tingkat provinsi). Serunya, disini kalian juga berkemah loh!

6.      Make friends
Setelah semua hal-hal yang sudah disebutin di atas, ada satu hal yang gak akan mungkin terlewat. Yash! Make friends. Dengan bergabung di PMR dan jadi anak PMR, kalian sudah pasti punya banyak teman, dong. Tapi jangan salah, temenan sama anak PMR bukan sekadar teman, loh! Kenapa? Karena biasanya anak-anak PMR itu solid, care abis, dan kalian bakal ngerasain kebersamaan dan kekeluargaan di PMR. Ga percaya? Kuy gabung sekarang!

Senin, 26 Desember 2016

DASAR-DASAR SURAT MENYURAT

Desember 26, 2016 1 Comments



    Bagi para siswa/siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) khususnya jurusan  Administrasi Perkantoran tentu sudah tidak asing dengan hal-hal yang menyangkut surat-menyurat. Pada kesempatan kali ini, saya akan membagi sekaligus me-review kembali mengenai dasar-dasar surat menyurat sebagaimana yang telah saya dapatkan di bangku SMK. Semoga dapat bermanfaat.
   Surat merupakan sarana penyampai informasi secara tertulis dari satu pihak ke pihak lain yang dapat berupa pemberitahuan, pernyataan, permintaan, laporan, pertanyaan, pemikiran, sanggahan, kritikan, dan sebagainya. Jika surat tersebut mendapat balasan maka terjadi hubungan surat-menyurat atau istilah lainnya ialah korrespondensi.

Jenis-Jenis Surat
Berikut ini merupakan beberapa jenis surat yang ditinjau dari berbagai segi.
a.       Berdasarkan Sifat Surat
1.      Surat pribadi
2.      Surat dinas pribadi
3.      Surat dinas swasta
4.      Surat niaga
5.      Surat dinas pemerintah
b.      Berdasarkan Wujud Surat
1.      Surat bersampul
2.      Surat terbuka dan surat tertutup
3.      Memorandum dan nota
4.      Surat biasa
c.       Berdasarkan Keamanan Isinya
1.      Surat sangat rahasia
2.      Surat rahasia
3.      Surat konfidensial
4.      Surat biasa
d.      Berdasarkan Proses Penyelesaiannya
1.      Surat sangat segera atau surat kilat
2.      Surat segera
3.      Surat biasa

Bagian-Bagian Surat
Bagian-bagian, penempatan atau tata letak bagian-bagian surat tergantung dari bentuk surat yang dipakai. Secara umum, bagian-bagian surat meliputi kepala/kop surat, tanggal, nomor, lampiran, perihal, alamat, salam pembuka, isi surat, salam penutup, nama instansi atau institusi, tanda tangan dan nama, NIP (jika ada), tembusan (jika ada), dan inisial.

Image result for gambar bagian-bagian surat 
source (pict): google



a.       Kepala Surat

Dalam setiap surat resmi selalu digunakan kepala surat atau kop surat. Pada umumnya, di bagian kop surat ini dicantumkan nama instansi/institusi, alamat, nomor telepon dan fax, kode pos, serta logo.

b.      Tanggal Surat

Pada surat resmi, baik surat niaga maupun kedinasan, tidak perlu mecantumkan kota pada awal penulisan tanggal surat. Cara penulisannya pun harus benar dan juga tentunya disertai bulan dan tahun. Sebagai contoh penulisan tanggal surat yang benar adalah 24 Desember 2016. Dalam hal ini, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan tanggal surat ini, seperti di antaranya bulan tidak boleh ditulis dengan angka, tidak boleh ditulis dalam angka romawi, tidak boleh ditumpuk, dan tahun surat tidak boleh disingkat.

c.       Nomor Surat

Penomoran surat merupakan salah satu hal yang sangat penting untuk diperhatikan sebab ini juga dapat berkaitan dengan sistem kearsipan dari surat itu sendiri, dimana nomor surat akan sangat berperan penting dalam mencari, memonitor, mengevaluasi, menyimpan, dan menemukan kembali surat. Pada dasarnya, kriteria penulisan surat berbeda-beda tergantung dengan instansi atau institusi itu sendiri, akan tetapi secara umum penomoran surat dilakukan seperti contoh berikut.

LMS-01/2016

Keterangan:

LMS    : Kode bidang atau instansi atau institusi

01        : Nomor Urut Surat

2016    : Tahun dikeluarkannya surat

d.      Lampiran

Lampiran surat merupakan sesuatu (dokumen) yang disertakan dalam surat yang memiliki kaitan dengan isi surat. Pada surat resmi, lampiran ditulis di bawah nomor surat. Penulisannya hanya cukup dengan menuliskan jumlah berkas atau lembar lampiran tersebut atau jika tidak ada maka cukup diberi tanda (-).

e.       Perihal

Penulisan perihal atau hal dalam surat resmi biasanya diletakkan setelah lampiran. Perihal itu sendiri merupakan inti atau pokok penting isi surat, oleh karena itu penulisannya pun tidak perlu panjang lebar.

f.       Alamat dalam

Pada dasarnya, alamat pada surat ada dua, yakni alamat dalam dan alamat luar. Alamat luar ialah yang terdapat pada sampul/amplop surat, sedangkan alamat dalam ialah alamat tujuan yang tertera pada halaman surat. Pada alamat surat tersebut baik luar maupun dalam dicantumkan nama atau jabatan seseorang (pada instansi) serta tentunya alamatnya, yang disesuaikan dengan tujuan surat itu sendiri. Berikut ini merupakan contoh penulisan alamat.

Kepada

Yth. Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang

Jalan Mawar No. 10

Palembang

g.      Salam pembuka

Pada surat resmi, umumnya digunakan “Dengan hormat” sebagai salam pembuka, sedangkan pada surat pribadi salam pembuka menjadi lebih bervariasi sesuai dengan si pengirim atau penulis, seperti misalnya “Assalamu’alaikum wr.wb.”, atau “Salam bahagia”.

h.      Isi surat

Isi surat dapat disebut juga batang tubuh surat, yang terdiri dari tiga bagian, yakni pembuka, isi, dan penutup. Dalam penulisannya, isi surat sebaiknya ditulis dengan menggunakan bahasa yang jelas, sopan, dan tidak bertele-tele untuk menghindari kesalahpahaman atau membuat si penerima menjadi tersinggung. Selain itu, perlu diperhatikan pula pemilihan kata atau diksi serta upayakan agar tidak terjadi pemborosan kata atau penggunaan kata yang bersifat monoton.

i.        Salam penutup

Sebagaimana digunakan salam pembuka, maka dalam surat juga terdapat salam penutup. Penggunaan salam penutup bervariasi, sesuai dengan jenis serta tujuan surat. Umumnya, pada surat resmi digunakan “Hormat kami” sebagai salam penutup yang kemudian di bawahnya juga diletakkan nama dan instansi penandatangan surat.

j.        Nama instansi atau institusi

Dalam surat resmi, pada umumnya dicantumkan nama instansi atau institusi yang mengirim surat, di bawah salam penutup.

k.      Tanda tangan dan nama jelas serta jabatan

Pihak atau orang yang menandatangani surat ialah orang yang bertanggung jawab, sesuai dengan isi surat tersebut.

l.        Tembusan

Tembusan atau carbon copy merupakan salinan-salinan surat yang dikirimkan kepada pihak-pihak lain yang terkait dengan isi surat. Tembusan ditulis di bagian kiri bawah halaman surat.

m.    Inisial

Inisial merupakan singkatan dari nama penyusun/pengonsep dan pengetik surat. Inisial biasanya digunakan untuk surat sebagai arsip, bukan surat yang akan dikirimkan. Sebagaimana yang disebut dengan inisial, dalam penulisannya hanya diambil huruf terdepan dari nama pengonsep dan pengetik surat tersebut. Berikut ini ialah contoh penulisan inisial.

AM/FM

Keterangan:

AM : Adinda Melinda

FM : Firdaus Muharrommi



Prosedur Penanganan Surat Masuk

Berikut ini meupakan urutan prosedur penanganan surat masuk, yakni sebagai berikut:
1.      Bagian penerimaan
Pada bagian ini, surat yang masuk dikumpulkan dan dihitung jumlahnya, kemudian diteliti ketepatan alamat si pengirim surat. Bagian penerimaan juga menggolongkan surat sesuai dengan urgensi penyelesaian surat dan menandatangani bukti pengiriman sebagai tanda bahwa surat telah diterima.
2.      Bagian penyortian
Bagian penyortiran bertugas memisahkan surat-surat untuk pimpinan, sekretaris, karyawan, dan lainnya, dan juga menggolongkan surat dinas ke dalam tiga kelompok yaitu surat dinasi rutin, surat dinas penting, dan surat dinas rahasia.
3.      Bagian pencatatan
Berikut ini merupakan hal-hal yang harus dilakukan oleh bagian pencatatan:
a.       Membuka amplop, membaca, dan meneliti isi surat agar pimpinan dapat cepat menangkap inti maksud surat dengan cara menggarisbawahi kata-kata atau kalimat-kalimat yang dianggap penting;
b.      Memberi catatan penting yang harus ditangani pimpinan atau unit yang dituju;
c.       Memeriksa lampiran-lampiran;
d.      Membubuhkan cap stempel agenda pada ruang yang kosong di bagian bawah atau atas surat.
4.      Bagian pengarahan dan penerusan
a.       Melampiri surat masuk dengan lembar disposisi kemudian disampaikan kepada pimpinan atau kepala bagian untuk memperoleh tanggapan atas isi surat yang dapat berupa informasi atau instruksi;
b.      Menyampaikan kembali surat yang sudah mendapat tanggapan dari pimpinan kepada sekretaris atau kepala tata usaha, dan oleh sekretaris surat berikut llembar disposisi disampaikan kepada unit pengolah.
5.      Bagian pendistribusian surat
a.       Surat yang sudah berdisposisi dicatat terlebih dahulu di buku ekspedisi ekstern;
b.      Surat didistribusikan menggunakan buku ekspedisi intern kepada unit pengolah (alamat disposisi);
c.       Penerima surat membubuhkan paraf pada buku ekspedisi intern sebagai bukti surat telah diterima;
d.      Surat diproses oleh unit  pengolah sesuai dengan disposisi pimpinan.
6.      Bagian penyimpanan
Apabila surat telah selesai diproses maka surat tersebut harus disimpan (sepanjang masih mempunyai nilai guna) dengan menggunakan sistem kearsipan yang dipergunakan oleh kantor yang bersangkutan.

Prosedur Penanganan Surat Keluar

Adapun prosedur penanganan surat keluar atau surat yang akan dikirim ialah sebagai berikut.

1.      Surat dibuat atas instruksi dari pimpinan kepada unit pengolah;

2.      Unit pengolah membuat konsep surat;

3.      Konsep surat diserahkan kepada pimpinan untuk mendapat persetujuan;

4.      Konsep surat yang sudah disetujui pimpinan kemudian diberi nomor surat sesuai dengan agenda surat keluar;

5.      Konsep surat diserahkan kepada juru tik untuk diketik. Surat diketik rangkap dua (satu untuk dikirim dan satu untuk diarsipkan), kemudian juru tik membubuhkan paraf pada lembar konsep dan diserahkan kepada Sekretaris atau Kepala Tata Usaha untuk dicocokkan dengan konsep surat. Apabila telah cocok, maka sekretaris atau Kepala TU memberikan paraf kecil di sebelah kiri atas bagian tanda tangan;

6.      Naskah surat diserahkan kepada pimpinan yang memberikan instruksi, untuk ditandatangani;

7.       Surat kemudian dicatat di buku agenda surat keluar, dicap, dan diperiksa kelengkapannya. Surat asli diberikan ke bagian ekspedisi, sedangkan tembusan diserahkan ke bagian arsip;

8.      Bagian ekspedisi mencatat surat ke dalam buku ekspedisi surat keluar (ekspedisi intern apabila surat ditujukan untuk lingkungan internal kantor tersebut, dan ekspedisi ekstern untuk eksternal kantor). Kemudian surat dilipat dan dimasukkan ke dalam sampul/amplop;